![]() |
| ilustrasi |
Akan tetapi Iblis, sangat Konsisten dengan pekerjaannya sebagai penggoda manusia. Iblis sendiri mengakui bahwa dia yang menciptakan adalah Alloh Swt. Kemudian makhluk-Nya yang bernama Manusia. Di dalam manusia ini terdapat dua karakteristik makhluk diatas yang saling bertarung dan mempengaruhi.
Jika karakteristik Malaikat Menang, maka akan jadi Manusia yang taat dan cenderung berbuat baik. Akan tetapi sebaliknya jika karakter Iblis menang maka akan menjadi manusia yang Iblis.
Lantas setan itu siapa? Tak banyak keterangan tentang asal muasal setan. Di dalam Kitab al-qur’an banyak diceritakan adalah asal muasal penciptaan Iblis, bukan setan. Jika saya boleh ber ijtihad, Setan adalah hasil kolaborasi jiwa manusia yang di dominasi oleh karakter Iblis. Sebagaimana setan ada pada sikap dan perbuatan Manusia. Dalam perwujudan kehidupan, bahwa Nafsu adalah hasil dari Kolaborasi tersebut.
Contohnya, ingat ketika bulan Romadhon bahwa setan terbelenggu pintu neraka ditutup dan dibukakan pintu surga. Jika memang pada waktu itu, setan terbelenggu, berarti pada bulan puasa tidak ada orang yangt berbuat jelek, sebab setan yang menngoda manusia sudah terikat. Tak ada Maksiat. Tapi yang terjadi, pada bulan puasa masih banyak orang-orang yang berbuat maksiat, berbuat cela. Berarti ayat itu tak terbukti dong.
Bukan begitu dalam menterjemahkan setan terbelenggu. Sebagai mana penjabaran diatas, bahwa perwujudan setan adalah sikap dan sifat manusia. Jangankan dibulan puasa, jika memang kola borasi yang menghasilkan nafsu ini terbentuk, maka akan menghasil perbuatan yang buruk pula.
Memang setan adalah makhluk yang diciptakan untuk berbuat salah dan jelek. Tapi bukan berarti lantas manusia berbuat salah melawan Alloh maka setan yang disalahkan. Manusia adalah makhluk yang dilengkapi dengan akal dan pikiran serta hati nurani. Jika ketiga elemen ini di fungsikan sesuai dengan kodratnya, semahir apapun setan maka manusia tidak akan terjerumus.

COMMENTS