![]() |
| Presiden Jokowi (ilustrasi) |
Suara langit itu menguak Jokowi akan melebur segala permusuhan dan pertikaian konflik yang ada di Indonesia. "Semua pertikaian akan lebur dan dibasuh karena Jokowi memiliki watak Jago Kluruk onok ing tengahing Samudro," kata pria yang juga Pengurus Pusat FKPPAI (Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia).
Ia menjelaskan, dalam perhitungan Jawa, hari pelantikkan Jokowi pada Senin Pahing. Dalam perhitungan Wuku Senin sama dengan 4 dan Pahing sama dengan 9 jika dijumlahkan 13 yang berarti Gunung.
Hari pelantikkan itu ditambah dengan Weton Jokowi yakni Rabu Pon. Dalam perhitungan Wuku, Rabu sama dengan 7 dan Pon sama dengan 7, jika di jumlah sebesar 14. Weton Jokowi ini sama dengan pendahulunya yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kata KI Cokro, Weton Rabu Pon adalah Neptu teringgi dalam perhitungan jawa.
"Nah, jika hari pelantikkan ditambah dengan hari lahir Jokowi sama dengan 27. Jika dihitung dengan Gunung, Gugur, Segoro, Asat maka akan ketemu Segoro," jelasnya.
"Jadi semua akan terbasuh air samudera, kudeta ataupun pihak-pihak yang tidak terima dan mau menggagalkan akan pupus dengan sendirinya. Semua bisa menerima dengan lapang dada," katanya.
Pertanda ini dibuktikan dengan pertemuan Jokowi dan Prabowo menjelang hari pelantikkan beberapa waktu lalu. Ditambah lagi dengan pelantikkan presiden ini menjelang bulan Suro dalam perhitungan jawa atau tahun baru Muharram dalam kelender Hijriyah.
"Ini semakin memperkokoh kedudukan Pak Jokowi sebagai Presiden. Dari Wetonnya dia saja ketemu dengan Gunung yang kokoh dan ditambah dengan hari pelantikkan ketemu dengan Samudera. Jokowi jadi Presiden bak Jagi Kluruk Ono Tengahing Segoro," pungkas paranormal Asal Jombang, Jawa Timur ini.

COMMENTS